Sabtu, 25 Februari 2012

Angkringanwarta: Dewi Fortuna Belum Menyertai Milan

Angkringanwarta: Dewi Fortuna Belum Menyertai Milan: Menit ke-14 sebuah bola meluncur deras dari luar kotak penalit dan berhasil merobek jala yang Buffon. Lahirnya gol berumula dari kesalahan p...

Jumat, 24 Februari 2012

Angkringanwarta: Gores Kekejaman Belanda di Museum fatahillah

Angkringanwarta: Gores Kekejaman Belanda di Museum fatahillah: Oleh Amelia Fitriani Gedung Museum Sejarah Jakarta yang terletak di kawasan wisata Kota Tua dikenal sebagai pusat pemerintahan Batavia (ki...

Angkringanwarta: Rusunawa Cibesel Segera Ditempati

Angkringanwarta: Rusunawa Cibesel Segera Ditempati: JAKARTA- Setelah empat tahun terlantar, rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur akan segera ditempati wa...

Angkringanwarta: Terbang Terus, Terus Terbang

Angkringanwarta: Terbang Terus, Terus Terbang: "Terus-terus, sudah," teriak seorang anak yang masih menggunakan pakaian mengaji. Anak itu, kembali berteriak "1, 2, 3," layanganpun dilepas...

Angkringanwarta: Liga Champion, Inggris dan Tradisi Sepakbola

Angkringanwarta: Liga Champion, Inggris dan Tradisi Sepakbola: Oleh Ahmad Makki* Setelah Chelsea dipesiangi Napoli 3-1, tadi pagi, sepakbola Inggris berduka. Dominasi di Liga Champion selama bertahun...

Angkringanwarta: Dik Doank Kritik Pendidikan

Angkringanwarta: Dik Doank Kritik Pendidikan: Masih ingatkah dengan lagu-lagu Iwan Fals atau bagaimana Iwan Fals konser, hampir setiap lirik-lirik yang dibawakan sarat dengan realitas ya...

Senin, 21 November 2011

Rokok

Dasar gila, atau hanya bentuk kekecewaan terhadap asa, atau kelemahan, atau candu, atau entah apa namanya. Mungin semuanya akan saling berhubungan atau sama saja, atau sama sekali berbeda.

Bermula dari umpatan dengan makian mengukapkan gila, apa yang membuat gila? Gila hadir karena bentuk kecanduan, dan meresa lemah mengatasi candu tersebut, karena terlalu berharap untuk mendapatkanya.

Tapi, namanya juga candu, dan aku kecanduan akan rasa yang tak jelas untuk diungkapan, ia hanya dirasakan, tak peduli sedikitpun atas komentar orang atas canduku. Yang jelas saat ini, aku hanya berharap sebatang rokok bertemankan segelas kopi hitam, dan membiarkan pikiran melayang menembus ruang-ruang yang mungkin tak akan terjamah oleh kau, kalian.

Ini rasaku, pikiranku, asaku.